Produk yang Anda beli di kesurabaya.com adalah hasil produksi UMKM di bawah binaan dinas terkait Pemkot Surabaya. Kesurabaya.com menawarkan harga terbaik dari produk UMKM terbaik. Standard dan mutu produk di kesurabaya.com terjamin karena selalu dalam pengawasan berkala. Anda pun dapat turut memasarkan produk Anda di kesurabaya.com dengan menghubungi admin kami di 085216028060 (WA only). Kesurabaya.com membuka kerja sama dengan seluruh komunitas pecinta Surabaya.
Beranda » Artikel Terbaru » Kampung Wisata Surabaya: Putat Jaya – Dolly

Kampung Wisata Surabaya: Putat Jaya – Dolly

Diposting pada 1 August 2019 oleh admin | Dilihat: 489 kali
Kampung Wisata Surabaya dolly putat jaya 1

Kampung Wisata Surabaya dolly putat jaya

Kembang Jarak Punah, Kembang Putat Bergairah

“Kegiatan malam hari” nampaknya masih dilakukan oleh perempuan di Putat Jaya yang disebut sebagai bekas lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Waktu menunjukkan pukul 23:30. Dari “kaca aquarium” terlihat perempuan-perempuan yang masih betah melek dan berpeluh keringat. Suara gaduh memaksa orang yang ada di sana untuk menaikkan nada bicara agar suaranya terdengar oleh lawan bicaranya.

Juli 2019. Nampaknya perempuan Putat Jaya memang gigih. Mereka bersikukuh untuk mencari penghasilan di malam hari. Ya, setelah wilayah prostitusi Jarak (baca: nJarak) ditutup, ternyata saat ini justru digantikan oleh gairah wilayah Putat (baca: Putat Jaya).

Sesekali pergilah ke Putat Jaya di malam hari, maka Anda akan menemukan fakta bahwa perempuan di sana terjaga hingga dini hari dengan alasan faktor ekonomi. Rumah-rumah mereka masih terang benderang, dan terlihat ada kegiatan di dalamnya. Perempuan Putat Jaya rela berjibaku hingga berkeringat di hadapan mesin jahit dan kompor. Sebagian menjahit konveksi, dan lainnya produksi makanan. Kegaduhan berasal dari bunyi mesin jahit dan gesekan antara wajan dan spatula. Secangkir kopi menemani mereka bertahan melawan rasa kantuk.

Apresiasi tertinggi patut diberikan kepada para perempuan yang sangat bergairah memajukan UMKM Putat Jaya demi bangkitnya perekonomian warga terdampak penutupan lokalisasi.

Kreativitas warga Putat Jaya memang tiada habisnya. Pergerakan perekonomian yang digawangi oleh para perempuan nampaknya menjadi daya tarik tersendiri. Kemudian muncul inisiatif dari warga untuk mengembangkan wilayah Putat Jaya sebagai sebuah destinasi kampung wisata baru di Surabaya.

Kampung wisata di Surabaya tersebar di beberapa lokasi. Masing-masing kampung wisata Surabaya tersebut memiliki spesialisasi, misalnya pendidikan, lingkungan, kesehatan dan kewirausahaan. Namun berbeda dengan kampung wisata Putat Jaya – Dolly. Di wilayah bekas lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara ini justru dapat ditemukan seluruh aspek tersebut. Bahkan juga terdapat wisata sejarah dan religi di wilayah ini.

Siapa tak kenal Dolly? Nama eks lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yang diambil dari nama seorang perempuan Indo-Belanda ini telah tersohor sejak puluhan tahun yang lalu. Pusat prostitusi yang meluas hingga ke permukiman warga ini dulunya dikenal dengan perempuan-perempuan cantiknya yang dipajang di dalam “akuarium” atau etalase, yang siap dipilih untuk melayani para pelanggannya.

Dulu, bagi warga asli Putat Jaya, adzan maghrib bukan hanya sebagai panggilan untuk melaksanakan ibadah, melainkan juga sebagai penanda bahwa kegiatan hedon-prostitusi sudah dimulai. Anak-anak kecil dan remaja diwajibkan segera masuk ke dalam rumah masing-masing, bukan hanya supaya tidak terpengaruh oleh kehidupan malam, tapi juga agar tidak ditawar oleh para penikmat bisnis lendir.

Namun, sejak secara resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya pada tahun 2014, gemerlapnya kehidupan malam sudah tidak lagi nampak di Dolly. Perempuan penjaja kenikmatan beserta mucikarinya yang mayoritas pendatang, telah diberi pesangon dan dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. Kemegahan wisma-wisma besar dengan akuariumnya dan hiruk pikuk rumah musik di gang-gang sempit sirna seketika itu juga.

Warga setempat tentunya senang pada keputusan Pemerintah Kota Surabaya ini. Namun, penutupan lokalisasi Dolly ternyata menyisakan beragam permasalahan. Kolapsnya perekonomian warga adalah salah satu dampak yang terlihat nyata. Dulu, mayoritas warga setempat menyandarkan hidupnya dari bisnis-bisnis kecil seperti laundry kiloan, katering, warung kopi, lahan parkir hingga jasa tukang parkir dan keamanan.

Dengan ditutupnya Dolly, wilayah tersebut tiba-tiba menjadi sepi, sehingga bisnis-bisnis rumahan tersebut gulung tikar. Banyak anak-anak yang pada akhirnya harus putus sekolah karena terkendala biaya. Bahkan tidak sedikit keluarga yang berpisah karena faktor ekonomi.

Kondisi Dolly pasca penutupan tahun 2014 belum stabil dari sisi keamanan, sehingga masyarakat masih enggan untuk berkunjung ke Dolly. Kemudian warga Putat Jaya berinisiatif untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta membuat rute dan paket wisata yang berpotensi dapat membantu meningkatkan omzet UMKM Dolly melalui konsep Omni Marketing. Tujuan lain dari pembentukan Pokdarwis ini adalah juga untuk menjaga keamanan wisatawan saat berkunjung ke Putat Jaya.

Pokdarwis Putat Jaya diyakini akan mampu membangkitkan kembali geliat perekonomian melalui industri pariwisata. Warga pun telah mempersiapkan kampungnya masing-masing agar menjadi menarik dengan berbagai hiasan seni mural sehingga dapat dikunjungi oleh para wisatawan dalam dan luar negeri. Beberapa rute wisata telah dibuat. UMKM dan edukasi bukan lagi satu-satunya konsep yang ditawarkan.

Dengan memasukkan unsur wisata seni dan budaya, kuliner, religi serta sejarah, Kampung Wisata Putat Jaya Dolly diyakini mampu menjadi sebuah destinasi wisata yang komplit dan menarik.

By: Cak Luhfi (DSP Institute)

Bagikan informasi tentang Kampung Wisata Surabaya: Putat Jaya – Dolly kepada teman atau kerabat Anda.

Kampung Wisata Surabaya: Putat Jaya – Dolly | Surabaya Hari Ini

Komentar dinonaktifkan: Kampung Wisata Surabaya: Putat Jaya – Dolly

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 20%
QUICK ORDER
Sambal Khas Surabaya, Herdi Rasa Ebi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

sambal khas surabaya Rp 20.000 Rp 25.000
Ready Stock / SMBLHRD002
Rp 20.000 Rp 25.000
Ready Stock / SMBLHRD002
OFF 20%
QUICK ORDER
Sambal Khas Surabaya, Herdi Rasa Cumi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Sambal khas surabaya Rp 20.000 Rp 25.000
Ready Stock / SMBLHRD001
Rp 20.000 Rp 25.000
Ready Stock / SMBLHRD001
OFF 20%
QUICK ORDER
Oleh Oleh Khas Surabaya Kekinian, Sambal Herdi Rasa Sambel Ijo

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

oleh oleh khas surabaya kekinian 3 Rp 20.000 Rp 25.000
Ready Stock / SMBLHRD001
Rp 20.000 Rp 25.000
Ready Stock / SMBLHRD001
SIDEBAR