bisnis

Bahlil: Indonesia Sudah Alihkan Impor Migas dari Timur Tengah Usai Selat Hormuz Ditutup

Rabu, 1 April 2026 | 15:57 WIB
Foto Ilustrasi: Kapal Tanker Pengangkut Bahan Bakar Minyak Milik Indonesia Yang Dikabarkan Terjebak di Selat Hormuz (LNZ)

Kesurabaya.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa Indonesia telah mengalihkan impor komoditas minyak dan gas (migas) dari Timur Tengah tak lama setelah Selat Hormuz ditutup oleh otoritas Iran. Langkah ini merupakan respons cepat pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Bahlil menjelaskan bahwa impor yang dilakukan Indonesia dari Timur Tengah selama ini adalah minyak mentah, sementara produk bahan bakar minyak (BBM) tidak diimpor dari kawasan tersebut, sehingga diklaim tidak terdampak penutupan jalur air di Teluk Persia. Namun, ia mengakui bahwa sekitar 20 persen impor gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) dipasok dari kawasan Timur Tengah.

Ketika konflik di Timur Tengah mencuat, Bahlil mengklaim pemerintah langsung mengambil langkah cepat dengan mengalihkan impor komoditas migas dari kawasan tersebut.

"Nah, ketika terjadi ketegangan di Timur Tengah, pemerintah atas arahan Pak Presiden untuk mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East dan alhamdulillah, sudah dapat," kata Bahlil dalam konferensi pers secara daring dari Seoul, Selasa (31/3/2026) malam. Meski demikian, ia tidak mengungkapkan secara detail sumber impor baru yang telah diperoleh.

Langkah diversifikasi sumber energi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Dengan mengalihkan impor ke sumber-sumber lain, Indonesia berupaya memastikan pasokan migas tetap stabil meskipun terjadi gangguan di jalur distribusi utama seperti Selat Hormuz.

Dengan langkah cepat ini, pemerintah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah krisis global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Tags

Terkini