Kesurabaya.com - Di tengah gejolak ekonomi global yang belum mereda, aktivitas transaksi digital di Indonesia justru tetap tumbuh dan kian menguat.
Chief Executive Officer ALTO Network Gretel Griselda menilai tren ini mencerminkan daya tahan konsumsi masyarakat yang masih kuat, dengan ALTO Network memproses hingga 30 juta transaksi per hari.
“Di tengah kondisi ekonomi global saat ini yang cenderung memiliki volatilitas tinggi, kami melihat trend pembayaran di Indonesia masih stabil bahkan cenderung menguat. Ini ditandai dengan tetap tumbuhnya transaksi yang kami proses baik dari sisi jumlah transaksi maupun volume transaksi, ini dapat menjadi indikasi bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki daya konsumsi yang baik,” ujar Gretel melalui keterangannya, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Peningkatan transaksi digital tercermin dari kinerja QRIS yang diproses ALTO Network. Volume transaksi QRIS tumbuh 89,56 persen, sementara nilai transaksinya meningkat 94,18 persen secara tahunan (Maret 2025 vs Maret 2026). Secara industri, data Bank Indonesia menunjukkan transaksi digital banking tumbuh lebih dari 20-30 persen secara tahunan.
Di balik pertumbuhan tersebut, kebutuhan akan stabilitas sistem menjadi semakin krusial. ALTO menjaga keandalan layanan dengan capaian Service Level Agreement (SLA) uptime 99,99 persen guna memastikan transaksi tetap berjalan tanpa gangguan berarti. Seiring lonjakan volume, pelaku industri dihadapkan pada tantangan baru seperti kompleksitas jenis transaksi hingga kebutuhan analisis data yang harus dilakukan secara cepat dan real time.
PT ALTO Network mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 50 persen secara tahunan, memperlihatkan bahwa sistem pembayaran domestik masih bergerak dinamis di tengah tekanan eksternal.