edukasi

Ratusan Mahasiswa USH Pamerkan Inovasi Teknologi di CreaFest 2026, dari Deteksi Kantuk hingga Metaverse Keraton

Selasa, 31 Maret 2026 | 09:58 WIB
Seluruh Civitas Universitas Sugeng Hartono Bersama Para Undangan dan Nara Sumber dalam Seminar Internasional yang Berjudul "A Global Learning Blueprint: Shapping Innovative Minds for a Global Future" (LNZ)

Kesurabaya.com - Ratusan mahasiswa Universitas Sugeng Hartono (USH) menampilkan berbagai karya inovatif berbasis teknologi dalam ajang CreaFest 2026 yang digelar di Sukoharjo, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang presentasi hasil pembelajaran yang menggabungkan pendekatan akademik, teknologi, dan kebutuhan riil masyarakat, dengan sejumlah proyek unggulan berbasis kecerdasan buatan dan digitalisasi budaya.

Dalam pameran tersebut, sejumlah proyek mahasiswa menunjukkan kecenderungan kuat pada pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Salah satu yang menarik perhatian adalah pengembangan sistem computer vision untuk deteksi kantuk, yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan, khususnya bagi pengemudi. Sistem ini bekerja dengan menganalisis pola wajah dan mata secara real-time untuk mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan.

Mahasiswa juga menghadirkan proyek berbasis metaverse Keraton Surakarta, yang memungkinkan pengguna menjelajahi lingkungan budaya secara virtual. Inovasi ini dinilai sebagai upaya digitalisasi warisan budaya sekaligus membuka peluang baru dalam sektor edukasi dan pariwisata berbasis teknologi.

Tidak hanya berfokus pada teknologi tinggi, sejumlah karya lain juga mengangkat isu sosial dan kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan dokumentasi proyek mahasiswa, terdapat aplikasi kesehatan mental seperti Sijiwa yang membantu pengguna memantau kondisi emosi, hingga platform pengelolaan sampah digital ZeroCycle yang mengusung konsep "sedekah sampah". Selain itu, terdapat pula aplikasi layanan jasa rumah tangga, platform pencarian event, hingga sistem pencarian influencer yang mendukung kebutuhan pemasaran digital.

Ketua panitia CreaFest 2026, Nimas Ratna Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengalaman belajar yang nyata. "CreaFest tidak hanya ajang melihat, tetapi merasakan langsung pengalaman belajar dalam konteks global. Kami ingin siswa memiliki gambaran nyata tentang bagaimana mereka bisa berkembang dan berkontribusi di tingkat internasional," ujarnya.

Rektor Universitas Sugeng Hartono, Jacob F. N. Dethan, menegaskan bahwa pendidikan global tidak harus identik dengan biaya tinggi maupun akses yang terbatas. "Kami percaya bahwa pendidikan global tidak harus mahal dan jauh. CreaFest merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Sugeng Hartono untuk menghadirkan pengalaman tersebut secara nyata di Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar siap menjadi bagian dari dunia global," ungkapnya.

CreaFest 2026 juga melibatkan ratusan siswa SMA dari berbagai wilayah di Solo Raya. Kehadiran mereka memberikan kesempatan untuk melihat langsung implementasi pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di perguruan tinggi, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Sugeng Hartono menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi global.

Tags

Terkini