Jakarta, 9 Februari 2026
Kesurabaya.com — Pembangunan lima unit Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur yang menelan anggaran Rp 1,165 triliun bukanlah proyek yang berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari program nasional pemerintah yang sedang menyiapkan 104 kawasan pendidikan terpadu serupa yang tersebar di 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Program Sekolah Rakyat Tahap II ini memiliki skala yang sangat besar. Secara keseluruhan, fasilitas-fasilitas baru ini ditargetkan dapat menampung sekitar 112.320 siswa melalui total 3.744 rombongan belajar (rombel), yang terdiri dari 1.872 rombel SD, 936 rombel SMP, dan 936 rombel SMA.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan SR merupakan wujud komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan sebagai fondasi penguatan sumber daya manusia.
“Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas agar segera dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya dalam siaran resmi, Minggu (9/2/2026).
Di Jawa Timur, kelima Sekolah Rakyat (SR) akan dibangun di Kabupaten Gresik, Tuban, Sampang, Jombang, dan Kota Surabaya. Masing-masing akan dikembangkan dengan konsep kawasan terpadu yang lengkap, mencakup gedung sekolah semua jenjang, asrama, tempat ibadah, lapangan olahraga, hingga sistem pengolahan air limbah.
Proyek yang dibiayai APBN 2025-2026 ini ditargetkan selesai secara fisik pada akhir Juni 2026 dan siap digunakan untuk tahun ajaran 2026–2027.
Keberhasilan program nasional ini diharapkan dapat menjadi lompatan besar dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas dan menciptakan pusat-pusat pengembangan SDM unggul di berbagai daerah.