internasional

Australia Impor 250.000 Ton Urea dari Indonesia untuk Atasi Krisis Pupuk Akibat Perang Iran

Jumat, 17 April 2026 | 16:49 WIB
Ilustrasi Foto: Australia Impor 250.000 Ton Urea dari Indonesia untuk Atasi Krisis Pupuk Akibat Perang Iran (LNZ)

Kesurabaya.com - Pemerintah Australia mengamankan pasokan pupuk urea dari Indonesia untuk meredakan kekhawatiran kekurangan yang dapat mengganggu produksi pangan.

Pemerintah Australia melansir laporan pada Jumat (17/4/2026) bahwa sebuah perusahaan domestik akan mengimpor sekitar 250.000 ton pupuk urea dari Indonesia dalam beberapa bulan ke depan, di tengah terganggunya pasokan global akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran sebagai salah satu produsen utama urea dunia.

Sejak konflik pecah pada akhir Februari, harga urea di Australia dilaporkan melonjak sekitar 60 persen. Lonjakan harga pupuk ini membuat petani menghadapi dilema, banyak yang mulai mempertimbangkan untuk mengurangi luas tanam guna menekan kebutuhan pupuk yang kini mahal dan pasokannya terbatas. Pemerintah Australia menyebutkan stok pupuk saat ini hanya cukup untuk beberapa pekan ke depan.

Untuk memenuhi kebutuhan musim tanam musim dingin, Australia membutuhkan sekitar 1,3 juta ton urea. Tambahan impor 250.000 ton dari Indonesia mencakup sekitar 20 persen dari total kebutuhan tersebut. Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, menilai langkah ini krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Julie Collins menambahkan bahwa keberlanjutan produksi pertanian Australia juga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan kawasan, termasuk bagi Indonesia yang menjadi salah satu pasar utama produk pangan Australia.

Impor pupuk ini akan dilakukan oleh Incitec Pivot dengan pasokan berasal dari PT Pupuk Indonesia. Presiden Incitec Pivot, Scott Bowman, menyatakan tambahan volume pasokan untuk periode Mei hingga Desember ini menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan petani di tengah kondisi pasar yang menantang.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese bersama sejumlah pejabat senior sebelumnya juga telah melakukan kunjungan ke kawasan Asia Pasifik untuk mengamankan pasokan pupuk dan energi.

Tags

Terkini