Kesurabaya.com - Perusahaan batu bara China beralih ke manufaktur produk kimia untuk menopang pertumbuhan, karena perang di Teluk Persia membatasi pasokan minyak dan gas bumi yang biasanya digunakan sebagai bahan baku industri. China Shenhua Energy Co., perusahaan penambang batu bara terbesar di China yang terdaftar di bursa saham, mengalihkan pengeluaran modalnya ke produksi olefin berbasis batu bara — bahan kimia dasar untuk plastik, serat, dan pelarut.
Cadangan batu bara China yang sangat besar berarti bahwa, tidak seperti minyak dan gas, negara ini membutuhkan impor yang relatif lebih sedikit dari luar negeri. Dalam iklim konflik saat ini, kelimpahan stok batu bara di China menjadi semakin berharga bagi sektor-sektor industri yang sebelumnya bergantung pada minyak mentah sebagai bahan baku.
China Shenhua Energy Co. bertaruh bahwa produksi olefin berbasis batu bara akan memberikan pengembalian yang lebih kuat daripada produksi berbasis minyak jika gangguan di Timur Tengah terus berlanjut. Langkah ini merupakan strategi untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan gas di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Dengan beralih ke batu bara sebagai bahan baku alternatif, China berupaya mengamankan pasokan industri kimianya sekaligus mengurangi kerentanan terhadap gejolak pasar energi global akibat konflik.