nasional

Pertamina Nyatakan Mampu Olah Minyak Mentah dari Rusia, Dukung Kebijakan Pemerintah

Kamis, 16 April 2026 | 05:39 WIB
Proyek kilang minyak terbesar di Indonesia yakni Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto Januari 2026 (LNZ)

Kesurabaya.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan bahwa kilang yang dimilikinya mampu mengolah minyak mentah (crude) yang berasal dari Rusia.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan pernyataan tersebut terkait dengan rencana pemerintah untuk membeli minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

“Untuk crude dari Rusia, Refinery Unit/kilang yang dimiliki Pertamina mampu dan dapat mengolahnya untuk menjadi produk olahan dari crude tersebut,” ujar Roberth kepada ANTARA yang dihubungi dari Jakarta, Selasa (14/4/2026). Roberth menyampaikan bahwa Pertamina mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah terkait perdagangan minyak mentah, termasuk mengimpor dari Rusia.

“Pertamina tentunya akan mendukung dan turut berperan dalam penyediaan energi di dalam negeri dan pendistribusiannya mulai dari pengolahan hingga menjadi produk,” kata Roberth.

Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia dalam pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia, Selasa.

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude (minyak mentah) kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” ujar Bahlil.

Gejolak pasar energi global yang masih mengalami tekanan mendorong pemerintah untuk terus mencari langkah-langkah strategis, termasuk melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu negara produsen energi dunia.

Tags

Terkini