Kesurabaya.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman membuka opsi perluasan lahan kelapa sawit untuk mendorong produksi nasional, dengan fokus pada pemanfaatan lahan gundul atau tidak berhutan.
Amran menegaskan pengembangan kelapa sawit tidak akan menyasar kawasan hutan atau mengganggu ekosistem, melainkan diarahkan ke lahan marginal yang selama ini tidak produktif.
"Kita prioritaskan tanah yang gundul, yang tidak berhutan. Kita prioritas ke sana," kata Amran kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Menurutnya, langkah ini justru dapat memberikan nilai tambah bagi negara, termasuk dari sisi ekonomi maupun pengelolaan lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan. "Supaya justru menguntungkan kehutanan, kan? Kita prioritaskan yang marginal. Daerah yang gundul. Berarti menguntungkan negara, kan?" ujarnya.
Amran memastikan pengembangan kelapa sawit tidak akan mengganggu lahan pangan yang sudah ada seperti sawah, karena telah diatur dalam regulasi yang berlaku. "Ada regulasinya, ada perlindungan. Ini nanti mudah-mudahan selesai dalam waktu cepat. Kita target ini. Kebut ya," ucap dia.
Ia menilai peningkatan produksi kelapa sawit juga didorong oleh prospek harga global dan ekspor yang membaik, yang dinilai dapat meningkatkan semangat petani untuk menanam. "Asal ini (harga CPO) naik terus, ekspor naik, ini produksinya naik, karena petani semangat," jelas Amran.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan swasembada energi dengan meminta kepala daerah melakukan penanaman komoditas kelapa sawit hingga tebu di Papua demi bahan bakar nabati terbarukan. Prabowo menilai Papua memiliki potensi besar untuk pengembangan bahan baku bioenergi yang dapat menghasilkan BBM maupun etanol.
"Kalau kita bisa menanam kelapa sawit, tanam singkong, tanam tebu pakai tenaga surya dan tenaga air, bayangkan berapa ratus triliun kita bisa hemat tiap tahun," imbuh Prabowo. Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya mengejar swasembada pangan tetapi juga mampu mengurangi subsidi dan impor BBM.