• Sabtu, 18 April 2026

Gen Z Kalah Pintar dari Milenial, Ahli Saraf Soroti Pudarnya Minat Anak-anak Begadang Semalaman untuk Lulus Ujian

.
Luthfi Nur Zaman, Kesurabaya.com
- Rabu, 11 Februari 2026 | 05:51 WIB
Milenial Dianggap Masih Suka Baca Buku, Sedangkan Gen Z Lebih Memilih Memotret Buku Bacaannya untuk Diposting di Media Sosial  (LNZ )
Milenial Dianggap Masih Suka Baca Buku, Sedangkan Gen Z Lebih Memilih Memotret Buku Bacaannya untuk Diposting di Media Sosial (LNZ )

Kesurabaya.com - Sebagian publik di media sosial (medsos) sedang hangat memperbincangkan pernyataan ahli saraf yang menyoroti perilaku Generasi Z alias Gen Z dengan Milenial dalam menerapkan pola belajar.

Ahli saraf asal Amerika Serikat (AS), Dr. Jared Cooney Horvath menuturkan selama beberapa dekade, setiap generasi baru dianggap lebih cerdas dari pendahulunya.

Terkait hal itu, Jared memperingatkan Gen Z menjadi generasi pertama dengan tingkat kecerdasan dan perkembangan kognitif lebih rendah dibandingkan generasi milenial.

"Mereka (Gen Z) adalah generasi pertama dalam sejarah modern yang mendapat nilai lebih rendah pada tes akademik standar daripada generasi sebelumnya (Milenial)," kata Jared sebagaimana dikutip dari New York Post, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Usut punya usut, Jared mengungkapkan hal tersebut berdasarkan penelitian ilmiahnya berdasarkan data dari tes akademik standar. Berikut ini penjelasannya.

Gen Z Dinilai Terlalu Lama Menatap Layar Ponsel

Jared menjelaskan, Gen Z adalah generasi pertama yang tumbuh dengan kebiasaan menatap layar gadget.

Bahkan, Jared menyoroti waktu bagi generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2010 itu kerap menjadikan gadget sebagai alat bantu untuk menyelesaikan tugas sekolah mereka.

"Hasilnya, waktu menatap layar ponsel menjadi hal yang konstan (terus-menerus)," terang ahli saraf di AS itu.

"Lebih dari setengah waktu seorang remaja dihabiskan untuk menatap layar," paparnya.

Bandingkan dengan Gaya Belajar Milenial

Dalam pernyataannya, Jared menjelaskan, manusia secara biologis diprogram untuk belajar dari manusia lain dan dari studi mendalam, bukan dengan membolak-balik layar untuk ringkasan poin-poin penting.

Kendati demikian, perangkat digital dinilai telah menghabiskan sebagian besar materi yang tersimpan dalam otak mereka selama jam pelajaran di sekolah.

Di sisi lain, ahli saraf itu menyoroti siswa yang menghabiskan waktu di luar kelas dengan menggunakan ponsel, tablet, dan laptop pribadi mereka.

Halaman:

Editor: Luthfi Nur Zaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X